Sejarah Perusahaan

PT Indonesia Kendaraan Terminal

Industri otomotif nasional mengalami pertumbuhan yang cukup pesat dalam satu dekade terakhir ini. Hal ini dikarenakan semakin tingginya daya beli masyarakat dan meningkatnya kepercayaan produsen produk otomotif global untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dengan mendirikan pabrik otomotif di negara ini. Kesempatan ini tentu harus didukung pemerintah dengan meningkatkan pertumbuhan infrastruktur yang mendukung industri otomotif nasional. Sedangkan pelabuhan-pelabuhan untuk menangani distribusi kendaraan baik antar pulau maupun ekspor /impor dilakukan oleh Pelabuhan dengan terminal konvensional atau multi purpose terminal. Untuk itu peningkatan produktifitas dan percepatan distribusi kendaraan diperlukan terminal yang secara khusus melayani kendaraan, alat berat dan turunannya. Untuk merealisasikan itu, maka pada pada tahun 2016 Wakil Presiden Republik Indoesia pada saat itu, yaitu Bapak Muhammad Jusuf Kalla mengusulkan untuk didirikan pelabuhan khusus untuk melayani kegiatan bongkar muat kargo-kargo yang dimuat melalui kapal Ro-Ro ( Roll on Roll Off ). Selama ini kegiatan ekspor/impor kendaraan masih terkendala karena tidak adanya fasilitas dermaga khusus di pelabuhan yang mampu menangani kargo kendaraan dengan standar kelas dunia. Untuk menindak lanjuti usul dari Bapak Wakil Presiden tersebut, maka pada tanggal 14 Maret 2006 dimulai pembuatan desain awal terminal oleh Konsultan LAPI ITB yang ditunjuk oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) untuk membuat rancangan terminal kendaraan di Tanjung Priok.


Horizontal Car Parking

Pembangunan Tanjung Priok Car Terminal

Pada Bulan Agustus tahun 2006, Ground Breaking pembangunan Car Terminal di Tanjung Priok dilaksanakan dan dibuka oleh Menteri BUMN Bapak Soegiharto dan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Bapak Hatta Rajasa sedangkan pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh PT Wijaya Karya. Pembangunannya sendiri berlangsung selama 1 tahun. Pada akhirnya pada tahun 2007, tepatnya di bulan Juni, Car Terminal Tanjung Priok sebagai bagian unit kerja dari PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Tanjung Priok lahir yang diresmikan sendiri secara langsung oleh Bp. Muhammad Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia yang kemudian terminal tersebut diberi nama unit Tanjung Priok Car Terminal (TPT).

Vertical Car Parking

Pembangunan Tanjung Priok Car Terminal

Dalam perjalanannya, seiring dengan perkembangan perusahaan yang semakin pesat dan semakin besarnya fungsi serta posisi Car Terminal sebagai salah satu mata rantai berkembangnya industri otomotif di Indonesia maka diperlukan sebuah entitas yang dapat berjalan secara lincah sehingga dapat bersaing secara global. Untuk kebutuhan tersebut maka pada tanggal 5 November 2012 melalui Akta Nomor 10 Tahun 2012 unit Tanjung Priok Car Terminal berubah menjadi entitas yang memiliki badan hukum sendiri 2012 dengan prosentase kepemilikan saham PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebesar 99% dan PT Multi Terminal Indonesia sebesar 1%.


Gate

Pembangunan Tanjung Priok Car Terminal

PT IKT hadir dalam rangka melayani kebutuhan customer akan tempat dan fasilitas yang khusus disediakan untuk melayani bongkar muat kapal Ro-Ro dengan kargo berupa CBU, truk, bus, alat-alat berat dan kargo lain yang dapat ditangani dengan cara roll-on roll-off . Semakin pesatnya kebutuhan dan permintaan akan kendaraan beserta semua pendukungnya secara global, maka menjadikan alasan bagi PT IKT dalam meningkatkan pelayanan dan fasilitas guna menyongsong iklim kompetisi antar pelabuhan skala global, diantaranya adalah penyediaan fasilitas yang berstandar internasional, peningkatan kecepatan bongkar-muat, penyediaan sumber daya manusia yang kompeten dan terampil.

Office

Pembangunan Tanjung Priok Car Terminal

Seiring dengan transformasi yang dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang dimulai pada tahun 2012, maka PT Indonesia Kendaraan Terminal yang merupakan salah satu dari anak perusahaan juga harus ikut bertransformasi mengingat sukses tidaknya proses transformasi perusahaan induk salah satunya juga berkaitan dengan suksesnya transformasi anak perusahaan yang ada di dalamnya. Untuk itu pada tahun 2012 PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) membuat blue print yang ditujukan sebagai pedoman pengelolaan PT Indonesia Kendaraan Terminal. Pengelolaan anak perusahaan kembali ditata ulang, ditingkatkan, dan diperkuat landasannya pada tahun 2017 yang sejalan dengan corporate roadmap PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). Dengan dilandasi platform yang kuat dan efektif, PT Indonesia Kendaraan Terminal dituntut untuk menjadi terminal kendaraan berkelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan dengan tagline We Will Shine With You.


UJI ELEVASI PERDANA DERMAGA

PT Indonesia Kendaraan Terminal

Uji Coba sudut elevasi antara dermaga Car Terminal dengan Ramp door kapal yang pertama kalinya (4 Oktober 2007), sebelum secara resmi digunakan. Cargo owner melakukan pengujian dengan menggunakan kapal liner domestic (KM Serasi II) sebelum disandarkan kapal dengan dimensi (DWT) yang lebih besar untuk kunjungan ekspor/impor. Hal ini penting dilakukan terkait prosedur safety cargo yang akan ditangani di terminal IKT. Hasil pengujian tersebut menjadi penentu apakah dermaga IKT layak dan memenuhi standar untuk digunakan pada kegiatan operasional di terminal Roro.


Fjords
Fjords
Fjords
Fjords