PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC) adalah perusahaan yang menyediakan layanan kepelabuhanan khususnya terminal kendaraan yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan sejumlah pelabuhan / Terminal RoRo lainnya di Indonesia seperti Belawan, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin dan Makassar. Adapun layanan yang diberikan meliputi Terminal Handling dan Value Added Services dengan standar kualitas pelayanan berkelas dunia.
Dengan inovasi bisnis yang dilakukan, IPCC tidak hanya terbatas pada layanan didalam terminal yang mencakup Stevedoring, Cargodoring, Receiving, dan Delivery guna mendukung kinerja ekspor industri otomotif di dalam negeri. Dengan semangat Integrated Auto Solutions, IPCC juga berinovasi untuk memberikan nilai tambah bagi industri otomotif nasional dengan layanan bisnis Value Added Services yang meliputi Vehicle Processing Center, Equipment Processing Center, Road Freight Services, Inland Transportation dan Port Stock.
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk didirikan sebagai entitas bisnis tersendiri pada tanggal 5 November 2012 dengan prosentase kepemilikan saham PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebesar 99% dan PT Multi Terminal Indonesia sebesar 1%. Sebelum menjadi entitas bisnis tersendiri, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk hanya sebuah strategic business unit yang bernama Tanjung Priok Car Terminal (TPT) yang pengelolaannya di bawah Kantor Pusat dan beroperasi sejak Juni 2007.
Pada 9 Juli 2018 PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk resmi menjadi perusahaan publik yang melantai di Bursa Efek Indonesia sehingga kepemilikan sahamnya berubah menjadi 71,3% oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), 0,7% oleh PT Multi Terminal Indonesia (Sister Company) dan 28% oleh publik atau IPCC.
Pada tahun 2021 terdapat peristiwa sejarah yang luar biasa bagi Pelindo secara keseluruhan dimana 4 entitas Pelindo diseluruh Indonesia bergabung menjadi 1 yang disahkan secara hukum melalui PP 101 Tahun 2021 tentang Penggabungan PT Pelindo I, III, dan IV (Persero) ke Dalam PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). Kemudian pola bisnis pun mengalami perubahan dimana dalam menggerakkan bisnisnya Pelindo membentuk 4 kluster bisnis, yaitu Pelindo Terminal Petikemas, Pelindo Multi Terminal, Pelindo Jasa Maririm dan Pelindo Solusi Logisik.
Setelah merger Pelindo, porsi kepemilikan saham IPCC adalah: 71,3 % oleh Subholding PT Pelindo Multi Terminal, 0,7 % oleh anak usaha Pelindo (PT MTI), 28 % saham dimiliki publik. Disusul dengan peluncuran logo baru Perusahaan menyesuaikan dengan IPCC masuk kedalam kluster bisnis Multi Terminal.